Produksi Natrium Hidrosulfida melalui Penyerapan NaOH
Metode Absorpsi NaOH Konvensional
Ketika konsentrasi natrium hidrosulfida NaHS mencapai 70%, ia membentuk serpihan dihidrat.
Pada konsentrasi yang lebih rendah, ia ada sebagai trihidrat cair.
Prosedur:
Labu bulat berleher tiga berkapasitas 1 L dilengkapi dengan pengaduk dan kondensor refluks (terhubung ke tabung pengering CaCl₂).
Labu tersebut dibersihkan dengan nitrogen kering, kemudian diisi dengan 200 mL (3,4 mol) etanol anhidrat.
12 g (0,522 mol) logam natrium murni ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk dan dipanaskan hingga benar-benar larut.
Tabung saluran masuk gas dimasukkan ke dalam cairan, dan H₂S kering (dikeringkan di atas P₂O₅) dialirkan dengan kecepatan 5–10 gelembung/detik selama 2 jam sambil diaduk.
Setelah didinginkan, 750 mL eter anhidrat ditambahkan untuk mengendapkan NaHS natrium hidrosulfida secara sempurna.
Pemeriksaan awal:
Campuran tersebut disaring dengan cepat (frit kasar) untuk mencegah penyerapan kelembapan.
Padatan tersebut dicuci 3 kali dengan eter anhidrat, kemudian dikeringkan dalam desikator vakum (CaCl₂) selama beberapa jam.
Hasil: 29,4 g NaHS dengan kemurnian ≥98%.













