Inquiry
Form loading...

Diisopropil eter/Isopropil eter

Nama Kimia: Isopropil Eter (juga dikenal sebagai Diisopropil Eter, DIPE)
Nomor CAS: 108-20-3
Rumus Molekul: C₆H₁₄O​
Berat Molekul: 102,18 g/mol
Penampilan: Cairan bening tidak berwarna dengan bau khas seperti eter.
Titik Didih: 68-69°C (154-156°F)
Titik Nyala: -28°C (-18°F; cangkir tertutup)
Isopropil eter adalah senyawa eter yang mudah menguap dan mudah terbakar, yang dikenal luas karena sifat pelarutnya yang sangat baik. Sebagai pelarut dengan polaritas sedang, ia menyeimbangkan kelarutan untuk zat organik dan zat yang sedikit polar, menjadikannya bahan utama dalam sintesis kimia, ekstraksi, dan pembersihan industri. Titik didihnya yang rendah dan volatilitasnya yang moderat juga memungkinkan pemulihan yang mudah dalam proses distilasi, sehingga mendukung efisiensi biaya dan keberlanjutan.

    Gambaran Umum Produk

    Nama Kimia: Isopropil Eter (juga dikenal sebagai Diisopropil Eter, DIPE)
    Nomor CAS: 108-20-3
    Rumus Molekul: C₆H₁₄O​
    Berat Molekul: 102,18 g/mol
    Penampilan: Cairan bening tidak berwarna dengan bau khas seperti eter.
    Titik Didih: 68-69°C (154-156°F)
    Titik Nyala: -28°C (-18°F; cangkir tertutup)
    Isopropil eter adalah senyawa eter yang mudah menguap dan mudah terbakar, yang dikenal luas karena sifat pelarutnya yang sangat baik. Sebagai pelarut dengan polaritas sedang, ia menyeimbangkan kelarutan untuk zat organik dan zat yang sedikit polar, menjadikannya bahan utama dalam sintesis kimia, ekstraksi, dan pembersihan industri. Titik didihnya yang rendah dan volatilitasnya yang moderat juga memungkinkan pemulihan yang mudah dalam proses distilasi, sehingga mendukung efisiensi biaya dan keberlanjutan.

    Fitur & Keunggulan Utama

    Milik Spesifikasi Keunggulan Inti
    Kelarutan Sedikit larut dalam air (~1,2 g/L pada 20°C); dapat bercampur dengan etanol, aseton, benzena, dan sebagian besar pelarut organik. Serbaguna untuk melarutkan minyak, resin, lilin, dan senyawa organik; kompatibel dengan pelarut pendamping umum.
    Keriangan Tekanan uap: 16,9 kPa pada 20°C; titik didih rendah (68 - 69°C) Memungkinkan penguapan cepat dalam proses pelapisan/pengeringan; pemisahan mudah melalui distilasi
    Stabilitas Kimiawi Stabil dalam kondisi penyimpanan normal; terurai perlahan saat kontak dengan asam kuat atau peroksida. Dapat diandalkan untuk penyimpanan jangka panjang (bila terlindungi dari peroksida); reaktivitas minimal dengan sebagian besar substrat.
    Kepadatan (20°C) 0,725 g/cm³ Kepadatan rendah mengurangi biaya transportasi; mudah ditangani dalam proses pencampuran cairan.
    Suhu Pengapian Otomatis 443°C (829°F) Lebih aman daripada pelarut yang sangat mudah terbakar (misalnya, dietil eter) di lingkungan yang terkontrol.

    Aplikasi Umum

    Fleksibilitas dan volatilitas isopropil eter sebagai pelarut menjadikannya sangat diperlukan di berbagai industri:
    3.1 Sintesis dan Ekstraksi Kimia
    Sintesis Organik: Berfungsi sebagai pelarut reaksi untuk reaksi Grignard, alkilasi, dan esterifikasi. Polaritasnya yang rendah membantu mengendalikan laju reaksi dan meningkatkan hasil produk untuk zat antara non-polar.
    Ekstraksi Cair-Cair: Digunakan untuk memisahkan senyawa organik dari larutan berair (misalnya, mengekstrak obat-obatan, pestisida, atau senyawa perasa dari kaldu fermentasi atau ekstrak tumbuhan).
    Produksi Peroksida: Berfungsi sebagai bahan baku untuk pembuatan diisopropil peroksidikarbonat (IPP), inisiator umum untuk sintesis polimer (misalnya, polivinil klorida, PVC).
    3.2 Pembersihan & Pelapisan Industri
    Zat Penghilang Gemuk: Efektif untuk menghilangkan minyak, gemuk, dan lilin dari bagian logam (misalnya, komponen otomotif, mesin) karena daya larutnya yang kuat terhadap hidrokarbon.
    Formulasi Pelapis & Perekat: Mengencerkan resin, pernis, dan perekat untuk menyesuaikan viskositas, memastikan pengaplikasian yang halus dan pengeringan yang cepat (digunakan dalam pelapis kayu, perekat industri).
    3.3 Penggunaan Laboratorium & Analitik
    Pelarut Kromatografi: Digunakan sebagai komponen fase gerak dalam kromatografi gas (GC) dan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) untuk memisahkan analit organik.
    Pelarut untuk Preparasi Sampel: Melarutkan sampel padat (misalnya, lipid, polimer) untuk analisis kimia (misalnya, spektroskopi inframerah transformasi Fourier, FTIR).
    3.4 Bahan Bakar & Energi
    Aditif Bahan Bakar: Dicampur dengan bensin untuk meningkatkan angka oktan dan mengurangi knocking mesin; juga meningkatkan stabilitas bahan bakar selama penyimpanan.

    Keselamatan & Kepatuhan

    4.1 Pedoman Keselamatan
    Risiko Mudah Terbakar: Cairan dan uap sangat mudah terbakar; jauhkan dari api terbuka, percikan api, dan permukaan panas (gunakan peralatan tahan ledakan di area penanganan).
    Pembentukan Peroksida: Dapat membentuk peroksida yang mudah meledak jika terpapar udara, cahaya, atau panas dalam jangka waktu lama. Uji keberadaan peroksida (menggunakan kertas pati-iodida) sebelum digunakan; buang jika terdeteksi adanya peroksida.
    Penggunaan Alat Pelindung Diri: Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung percikan bahan kimia, dan respirator uap (N95 atau lebih tinggi) di ruangan yang ventilasinya buruk. Hindari kontak dengan kulit/mata (dapat menyebabkan iritasi) dan menghirup uap (dapat menyebabkan pusing atau mual).
    Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk, gelap, dan berventilasi baik; gunakan wadah kaca amber atau HDPE kedap udara. Tambahkan penghambat peroksida (misalnya, hidrokuinon) untuk penyimpanan jangka panjang.
    4.2 Kepatuhan Regulasi
    REACH (UE): Terdaftar di bawah REACH (Nomor Registrasi: 01-2119488787-46-xxxx); sesuai dengan pembatasan pengotor peroksida.
    OSHA (AS): Batas Paparan Kerja (OEL): 500 ppm (TWA 8 jam); diklasifikasikan sebagai cairan mudah terbakar (Kelas IB NFPA).
    Klasifikasi GHS: GHS02 (Cairan Mudah Terbakar), GHS07 (Iritan), GHS08 (Dapat membentuk peroksida yang mudah meledak).
    Standar ISO: Memenuhi ISO 6353-2 (Spesifikasi tingkat reagen) untuk penggunaan laboratorium.

    Sorotan Lembar Data Teknis (TDS)

    Parameter Kelas Industri Tingkat Reagen Metode Pengujian
    Kemurnian (min) 99,0% 99,5% Kromatografi Gas (GC)
    Kadar Air (maks) 0,1% 0,05% Titrasi Karl Fischer
    Kandungan Peroksida (maks) 5 ppm 1 ppm Titrasi Iodometrik
    Keasaman (sebagai CH₃COOH, maks) 0,005% 0,001% Titrasi Natrium Hidroksida
    Residu Non-Volatil (maks) 5 mg/kg 1 mg/kg Gravimetri

    Mengapa Memilih Isopropil Eter Kami (CAS 108-20-3)?

    Risiko Peroksida Rendah: Produk kami distabilkan dengan inhibitor tingkat makanan, mengurangi pembentukan peroksida dan memastikan penggunaan yang aman.
    Kemurnian yang Konsisten: Kontrol kemurnian antar batch (≥99,0% untuk kualitas industri) meminimalkan pengotor yang mengganggu proses.
    Kemasan Khusus: Tersedia dalam drum 1L, 20L, 200L, atau tangki ISO untuk pesanan laboratorium kecil atau pesanan industri dalam jumlah besar.
    Dukungan Teknis: Tim kami memberikan panduan mengenai pengujian peroksida, penyimpanan, dan optimalisasi aplikasi (misalnya, pencampuran pelarut untuk ekstraksi).
    Kepatuhan Global: Memenuhi standar internasional (REACH, OSHA, ISO) untuk digunakan di pasar Uni Eropa, AS, dan Asia.

    Hubungi kami

    Untuk informasi harga, sampel, atau dokumen TDS/COA lengkap, hubungi tim penjualan kami:
    Email: info@anhaochemical.com
    Telepon: +86 15169355198
    Situs web: https://www.anhaochemical.com/